PMI Banjarmasin Imbau Keluarga Pasien Tak Cari Donor Darah Lewat Medsos, Ini Alasannya!

Lifestyle53 Views

BANJARMASIN, lenteraborneo.com – Menyebarkan pesan berantai di grup WhatsApp atau media sosial saat butuh donor darah mendesak sering kali menjadi pilihan utama keluarga pasien. Namun, kebiasaan ini ternyata memicu risiko baru, salah satunya adalah ancaman praktik jual beli darah oleh oknum calo.

Menanggapi fenomena tersebut, Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Banjarmasin meminta masyarakat untuk tidak lagi mencari pendonor secara mandiri di media sosial. Warga diimbau untuk langsung menyerahkan kebutuhan tersebut kepada pihak PMI.

Antisipasi Praktik Calo dan Jual Beli Darah

Kepala Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Banjarmasin, dr. Aulia Ramadhan Supit, M.Biomed, FISQUA, menjelaskan bahwa menyebarkan informasi secara liar di media sosial rawan dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab untuk mencari keuntungan finansial.

“Jadi kalau stok memang tidak stabil. Tapi sebaiknya warga jangan share di grup. Masukkan saja surat permintaannya ke PMI, kami yang akan mencarikan,” ujar dr. Rama, Selasa (2/6/2026).

PMI Banjarmasin saat ini memiliki basis data (database) pendonor yang sangat besar, mencapai hampir 100 ribu orang untuk semua golongan darah.

“Daripada nanti malah dimanfaatkan oleh oknum untuk diperjualbelikan atau dijadikan uang, alias calo darah,” tegasnya.

Biaya Transfusi Darah Sudah Ditanggung BPJS Kesehatan

Masyarakat juga diimbau untuk tidak panik mengenai masalah biaya. Dokter yang akrab disapa Dokter Rama ini menegaskan bahwa layanan penyediaan darah di rumah sakit saat ini sudah dijamin oleh pemerintah.

  • Gratis dengan Jaminan Kesehatan: Proses screening dan penyediaan darah sudah masuk dalam skema penjaminan.

  • Ditanggung BPJS: “Padahal darah sekarang sudah ditanggung oleh BPJS, jadi tidak lagi berbayar,” tambahnya.

Baca Juga : Tradisi Baayun Maulid: Harmoni Budaya dan Religi di Tanah Banjar

Baca Juga : 5 Pemain Bintang yang Siap Guncang Piala Dunia 2026: Siapa Penantang Gelar Terkuat?

Mekanisme Resmi Pengajuan Kebutuhan Darah ke PMI

Agar proses pencarian darah berjalan cepat dan akurat, keluarga pasien disarankan mengikuti alur resmi berikut:

  1. Ambil Surat Permintaan: Minta surat pengantar permintaan darah resmi dari pihak Rumah Sakit (RS).

  2. Kirim Sampel & Surat ke PMI: Bawa surat permintaan beserta sampel darah pasien langsung ke kantor PMI Banjarmasin.

  3. Proses Pencarian oleh Petugas: Petugas PMI akan langsung mengecek stok atau menghubungi basis data pendonor jika stok sedang kosong.

Fenomena Informasi Kedaluwarsa di Media Sosial

Dokter Rama juga menyayangkan banyaknya informasi pencarian darah di media sosial yang sebenarnya sudah tidak relevan lagi (kedaluwarsa). Sering kali, kebutuhan pasien sudah terpenuhi atau stok di PMI sebenarnya tersedia, namun pesan di grup penyiaran masih terus disebarkan.

“Bahkan ada juga yang surat permintaannya belum masuk ke PMI, tapi sudah mencari darah secara pribadi. Padahal stok di PMI ada, tapi surat dan sampel darah pasien masih belum dimasukkan ke kami,” ungkapnya.

Stok Darah Dinamis, PMI Banjarmasin Terus Maksimalkan Donor

Saat ini, ketersediaan stok darah di Banjarmasin memang bersifat dinamis karena tingginya angka permintaan dari berbagai rumah sakit di Banjarmasin dan wilayah sekitarnya.

Kendati demikian, PMI berkomitmen penuh untuk terus menjaga ketersediaan kantong darah melalui berbagai agenda donor darah massal maupun pelayanan langsung di kantor.

“Pendonor ada saja yang datang dan kami juga sudah memaksimalkan kegiatan donor darah, tapi permintaannya memang bertambah banyak. Cuma, insya Allah kami bisa cepat untuk mengatasinya,” pungkas dr. Rama. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed